Langkah yang Perlu Diambil untuk Mencegah Anak Kecanduan Gim/Gawai

Langkah yang Perlu Diambil untuk Cegah Anak Kecanduan Gawai


 

Jakarta – Orang tua dan guru bimbingan dan konseling (BK) perlu berkolaborasi memantau risiko kecanduan gawai pada remaja, termasuk saat pandemi COVID-19, menurut Widyaiswara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Ana Susanti.


“Guru BK harus bekerja sama dengan orang tua mengenali tanda dan gejala awal yang mengarah atau berisiko tinggi kecanduan. Kemudian, guru BK perlu melakukan intervensi yang diperlukan untuk mencegah atau menemukan dampak merugikan dari penggunaan smartphone,” ujarnya.

 

Baca Juga:  Lowongan Kerja BUMN PT Perkebunan Nusantara X Terbaru Mei 2022


 

Gawai sebenarnya tak selalu berdampak buruk pada remaja. Hal ini salah satunya ditunjukkan survei dilakukan Gregorio Serra dari Unit Pediatrik di kampus Universitas Bio-Medico, Roma, Italia, pada Juli 2021, mengenai seberapa sering ponsel digunakan anak dan remaja selama pandemi COVID-19.

Baca Juga:  Berita Kebakaran: Pastikan Tak Ada Api Menyala, Personel BPBD Kabupaten Tangerang Bertahan di Lokasi Kebakaran

 

Survei yang melibatkan sekitar 5.000 orang berusia 14-18 tahun itu memperlihatkan adanya perubahan tujuan penggunaan ponsel di kalangan remaja, yakni pada koneksi manusia, pembelajaran, dan hiburan.


Survei menunjukkan penggunaan ponsel memberikan dukungan psikologis dan sosial selama pandemi COVID-19 sebagai akibat tindakan pengendalian infeksi virus. Tetapi, di sisi lain gawai memberikan dampak negatif, yakni peningkatan signifikan penggunaan berlebihan dan kecanduan. Sebelum pandemi, risiko mengalami kecanduan lebih tinggi tetapi setelah pandemi risikonya lebih rendah.

Baca Juga:  Lowongan Kerja Terbaru Mei 2022 Kementerian Luar Negeri Minimal SLTA

 


 

 

ARTIKEL ASLI TEMPO.COM

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.