CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->

Khatib Shalat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah Masjid Agung Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan Idul Fitri merupakan puncak dari ibadah Bulan Ramadhan yang menjadi simbol kemenangan umat Muslim yang telah melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh.

“Momen ini agar digunakan sebagai dasar untuk menjadikan hidup lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” kata Prof Drs TGH Masnus Tahir dalam khutbahnya di Praya, Senin.

Kegiatan Sha1lat Idul Fitri yang dipimpin Imam Dr. TGH Sabarudin di Masjid Agung Praya dihadiri oleh Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah dan beberapa pejabat SKPD dan ratusan jamaah kota Praya.

“Hari Raya Idul Fitri ini merupakan waktu istimewa, puncak kebahagiaan setelah melaksanakan puasa,” katanya.

Sementara itu, Khatib Shalat Idul Fitri di Masjid Jamik Praya TGH Habiburahman mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum hari raya Idul Fitri untuk introspeksi diri, sehingga jangan sampai Bulan Ramadhan berlalu intensitas untuk melaksanakan ibadah berkurang.

“Idul Fitri ini ibarat lembaran kertas putih, dan harus dijaga kebersihan dan kesucian agar tetap putih, bersih, dan suci,” katanya.

Ia mengatakan jika ada yang berbuat kesalahan agar cepat bertaubat, karena seorang Muslim harus bisa menahan amarah dan memaafkan kepada orang lain. Kepekaan sosial yang dilatih pada bulan Ramadhan harus diteruskan dan diamalkan.

“Jadikan momentum Idul Fitri ini untuk saling memaafkan,” katanya.

Menurutnya, orang tua adalah sosok yang harus dihormati, karena sebagai imam di keluarga. Agar tidak lupa silahturahmi dengan cara berziarah ke orang tua yang sudah meninggalkan kita. Marilah berdoa agar orang tua diberikan keberkahan dan berdoa bagi orang tua yang sudah meninggal agar diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya.

Erafzon Saptiyulda AS
Sen, 2 Mei 2022 12.03 PM

Khatib Shalat Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah Masjid Agung Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyatakan Idul Fitri merupakan puncak dari ibadah Bulan Ramadhan yang menjadi simbol kemenangan umat Muslim yang telah melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh.

“Momen ini agar digunakan sebagai dasar untuk menjadikan hidup lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” kata Prof Drs TGH Masnus Tahir dalam khutbahnya di Praya, Senin.

Kegiatan Sha1lat Idul Fitri yang dipimpin Imam Dr. TGH Sabarudin di Masjid Agung Praya dihadiri oleh Bupati Lombok Tengah H Lalu Pathul Bahri, Wakil Bupati Lombok Tengah HM Nursiah dan beberapa pejabat SKPD dan ratusan jamaah kota Praya.

“Hari Raya Idul Fitri ini merupakan waktu istimewa, puncak kebahagiaan setelah melaksanakan puasa,” katanya.

Baca juga: Khatib ajak umat saling mencintai

Baca juga: Bupati Pesisir Selatan dan warga khusyuk Shalat Id meski diguyur hujan

Sementara itu, Khatib Shalat Idul Fitri di Masjid Jamik Praya TGH Habiburahman mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum hari raya Idul Fitri untuk introspeksi diri, sehingga jangan sampai Bulan Ramadhan berlalu intensitas untuk melaksanakan ibadah berkurang.

“Idul Fitri ini ibarat lembaran kertas putih, dan harus dijaga kebersihan dan kesucian agar tetap putih, bersih, dan suci,” katanya.

Ia mengatakan jika ada yang berbuat kesalahan agar cepat bertaubat, karena seorang Muslim harus bisa menahan amarah dan memaafkan kepada orang lain. Kepekaan sosial yang dilatih pada bulan Ramadhan harus diteruskan dan diamalkan.

“Jadikan momentum Idul Fitri ini untuk saling memaafkan,” katanya.

Menurutnya, orang tua adalah sosok yang harus dihormati, karena sebagai imam di keluarga. Agar tidak lupa silahturahmi dengan cara berziarah ke orang tua yang sudah meninggalkan kita. Marilah berdoa agar orang tua diberikan keberkahan dan berdoa bagi orang tua yang sudah meninggal agar diberikan tempat yang terbaik di sisi-Nya.

“Semoga dosa kita diampuni oleh Allah. Mohon maaf lahir dan batin,” katanya.

Pantauan wartawan, setelah selesai Shalat Idul Fitri, sejumlah warga saling bersalaman sebagai simbol untuk saling memaafkan antara yang satu dengan yang lain atas apa yang telah dilakukan baik disengaja maupun tidak sebelum hari raya Idul Fitri.
https://tribratanews.banten.polri.go.id/

By Redaksi

close