CLOSE ADS
-->
CLOSE ADS
-->
bramnews.com

 

Penulis:  Acep Nazmudin 

LEBAK, BRAMNEWS.com – Kaki Iroh (8) gemetar saat melangkahkan kakinya naik ke rakit bambu untuk menyeberangi Sungai Ciberang saat hendak pergi sekolah.

Aktivitas ini sudah hampir satu minggu dia lakukan bersama teman-temannya. Tepatnya sejak jembatan penghubung ke seberang rusak pada Kamis (28/7/2022).

Jembatan tersebut merupakan penghubung antara kampung Cuping dan Nangerang di Desa Haurgajrug, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Memang ada akses lain untuk menuju ke sekolah, namun harus berputar sekitar 6 kilometer berjalan kaki. Jadi, naik rakit adalah pilihan paling cepat.

“Takut, tapi senang juga bareng sama teman-teman beramai-ramai,” kata Iroh usai menyeberang, Selasa (2/8/2022).kompas.com

Awalnya Iroh mengaku tidak berani naik rakit karena khawatir tercebur ke sungai. Apalagi dia tidak bisa berenang.

Namun karena sudah dilakukan berhari-hari, dia semakin berani walaupun masih gemetar.

Selain anak sekolah, para warga juga memanfaatkan rakit untuk menyeberangi sungai. Pergi ke sawah hingga ke pasar harus menyeberangi sungai tersebut.

“Bahkan untuk pergi ke Kota Rangkasbitung paling dekat lewat sini, jadi mau gak mau warga harus naik rakit karena aksesnya paling cepat,” kata Suhanda, warga Kampung Cuping.

Suhanda mengatakan, jembatan tersebut mulai tidak bisa dilalui minggu lalu. Saat itu, jembatan tengah dilintasi oleh warga dan tiba-tiba sling jembatan putus sehingga warga tersebut jatuh ke sungai.

“Kejadiannya Kamis (28/7/2022) pagi, sempat ramai di sini karena korban jatuh dari ketinggian 10 meter, dibawa ke puskesmas karena terluka dengan 18 jahitan,” beber dia.

Padahal Jembatan tersebut kata dia umurnya belum terlalu tua bahkan pernah direvitalisasi usai banjir bandang pada Januari 2020.

Kepala Desa Haur Hajrug, Hasan Ferry mengaku sudah melaporkan rusaknya jembatan ini ke Pemerintah Kabupaten Lebak.

“Sudah dari hari Jumat, kita juga minta bantuan ke pemkab agar ada fasilitas untuk warga menyeberang,” kata dia.

Hasan mengatakan karena jembatan tersebut rusak setidaknya 700 warga Kampung Cuping aktivitasnya terganggu.[RED/KOMPAS]

By Redaksi

close